Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 17 Sep 2026 08:35 WIB ·

Sebanyak 12 Bekantan Tewas Terpanggang Karhutla Kalsel


 Sebanyak 12 Bekantan Tewas Terpanggang Karhutla Kalsel Perbesar

KALSEL, daintu.online – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengkonfirmasi kematian 12 ekor bekantan, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di habitatnya di Desa Balimau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kepala BKSDA Kalsel Agus Ngurah Krisna mengatakan, pihaknya menerima laporan pada Minggu (13/9) dari petugas pemadam kebakaran Hulu Sungai Selatan dan masyarakat mengenai bekantan yang terdampak kebakaran di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) Desa Balimau.

“Jadi, ada 12 ekor bekantan ya, kurang lebih, serta satu ekor ular piton dan satu ekor king cobra ikut terbakar,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (16/9).

Menurutnya, berdasarkan informasi kepala desa setempat, ada 60 ekor bekantan di sana.

“Dari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,” ucapnya.

Tim penyelamatan BKSDA Kalsel telah mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi habitat yang terbakar, luas kawasan terdampak, serta memastikan kemungkinan masih terdapat satwa yang selamat dan membutuhkan penyelamatan atau evakuasi.

Hasil pengecekan menunjukkan habitat bekantan di lokasi tersebut terdiri atas dua kawasan terpisah yang masing-masing memiliki luas sekitar dua hingga tiga hektare dan dipisahkan oleh jalan, dengan satu kawasan merupakan tanah desa dan kawasan lainnya milik masyarakat.

“Habitatnya memang terfragmentasi, jadi tidak satu hamparan habitat atau satu ekosistem yang menyatu, tetapi terpisah-pisah,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa kondisi habitat yang terbatas, kemudian kebakaran dengan api cukup besar dan disertai angin kencang, diduga menyebabkan bekantan yang berada di kawasan tersebut tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.

BKSDA Kalsel telah menangani seluruh bangkai bekantan yang ditemukan dengan menguburkan, dan apabila ditemukan indikasi kematian akibat faktor lain, seperti penembakan, bangkai akan dibawa untuk diperiksa oleh dokter hewan.

BKSDA Kalsel selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan kecamatan serta mengajak masyarakat menjaga habitat satwa dilindungi tersebut, sembari melanjutkan pemantauan terhadap kemungkinan adanya satwa yang masih membutuhkan evakuasi. (dt)

Artikel ini telah dibaca 0 kali